Mari bagikan!

Keberagamaan seseorang harus berdampak pada kehidupan sosialnya. Ini yang menurut KH Ahmad Mustofa Bisri shaleh ritual harus dibarengi dengan shaleh sosial (Gus Mus, Saleh Ritual, Saleh Sosial, 2016).

Hubungan vertikal manusia kepada Tuhannya tidak semata-mata untuk kepentingan pribadi, tetapi juga harus berdampak pada kehidupan sosial dan kemanusiaan secara umum. Ini yang dinamakan keseimbangan antara nalar dan naluri, kecerdasan sosial dan kecerdasan spiritual. Dalam konteks mengisi kehidupan beragama, manusia harus terus memperkuat dimensi kerohanian sebagai jalan menuju ajaran agama. Jika itu agama Islam, maka dimensi rohani tersebut akan membawa manusia menuju jalan Allah SWT.

Dimensi rohani ini tidak terlepas dari kepentingan untuk menciptakan keteraturan sosial sehingga shaleh spiritual harus diikuti dengan shaleh sosial. Ketika berbicara shaleh spiritual maka dalam Al Qur’an Allah SWT menjelaskn bagaimana tugas Manusia secara khusus dalam QS Ad Dzariyat : 56 yang berbunyi :
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”

Dari ayat di atas sangatlah jelas bahwa kita di perintahkan oleh Allah SWT untuk beribadah, dimana ibadah yang kita lakukan harus sesuai dengan apa yang ada dalam Al – Qur’an dan Sunah Rasulullah Muhammad SAW. Jadi segala aktivitas kita harus bernilai ibadah.

Selanjutnya, tentang Shaleh sosial Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak bias hidup sendiri artinya selalu membutuhkan bantuan orang lain. Nabi Muhammad SAW bersabda ;
خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ
“Sebaik Baik Manusia Adalah Yang Paling Bermanfaat Bagi Orang Lain”
Hadist di atas menunjukan bahwa Rasullullah menganjurkan umat islam selalau berbuat baik terhadap orang lain dan mahluk yang lain. Hal ini menjadi indikator bagaimana menjadi mukmin yang sebenarnya.

Eksistensi manusia sebenarnya ditentukan oleh kemanfataannya pada yang lain. Adakah dia berguna bagi orang lain, atau malah sebaliknya menjadi parasit buat yang lainnya. Setiap perbuatan maka akan kembali kepada orang yang berbuat.

Seperti kita Memberikan manfaat kepada orang lain, maka manfaatnya akan kembali untuk kebaikan diri kita sendiri dan juga sebaliknya. Jadi Keshalehan spiritual harus diikuti dengan keshalehan sosial agar kehidupan kita bahagia dunia dan akhirat.

Khoirun Nash