Mari bagikan!

 

Bertepatan dengan Hari Buruh Sedunia , Rabu, 01 Mei 2019. KM3 (Korps Mubaligh Mahasiswa Muhammadiyah) yang telah terbentuk sebelumnya. Telah menyelenggerakan rapat kerja satu periode kedepan. Menghasilkan progam kerja yang bermanfaat bagi kader IMM pada khususnya, masyarakat pada umumnya.

Sebelumnya, Pada hari Minggu 14 April 2019 Bidang tabligh PC IMM Kota Surabaya menggelar Musyawarah KM3 (Korps Mubaligh Mahasiswa Muhammadiyah) bertempat di Masjid Asy Syuhada Jl. Ngagel Jaya Utara 102 Sby. KM3 dibentuk karena untuk mewadahi kader IMM yang memiliki potensi dibidang tabligh dan sebagai proses kaderisasi IMM.

Rapat kerja KM3 dan Muyawarah KM3 merupakan agenda tidak lanjut dari Pelatihan Mubaligh Mahasiswa Muhammadiyah (PM3) yang telah dilaksanakan pada Bulan Maret pada 28-31 Pelatihan Mubaligh Mahasiswa Muhammadiyah ini Merupakan PM3 Perdana yang di adakan oleh PC IMM Kota Surabaya.

Diikuti 32 peserta yang berasal dari komisariat se surabaya. Acara tersebut berjalan dengan lancar dan efektif. Harapan PC IMM Kota Surabaya dapat melahirkan mubalig muda muhammadiyah yang kompenten dan mengikuti arus perkembangan zaman, akan tetapi tidak keluar dari akidah Islam.

Musyawarah Korps Mubaligh yang dihadiri Alumni Pelatihan Mubaligh Muhammadiyah/ortom dan bidang tabligh se Surabaya. Dalam musyawarah tersebut membentuk komposisi kepengurusan dan grand design KM3.

Dalam musyawarah tersebut terpilihlah Immawan Fakruddin Lubis sebagai Ketua KM3 dan Immawan Zubaidi sebagai sekretaris. Hari ini merupakan hari yang bersejarah bagi bidang tabligh, karena hari ini telah terbentuk Korps Mubalig Mahasiswa Muhammadiyah
Menurut Fakruddin Lubis selaku ketua KM3 terpilih, KM3 sebagai wadah mubaligh muda muhammadiyah, diharapkan agar nantinya dapat membantu jalannya roda dakwah muhammadiyah serta mampu memberikan solusi dalam penyelesaian problematika keumatan yang ada.

Harapan bidang tabligh PC IMM Kota Surabaya KM3 dapat berkembang lebih baik dari tahun ke tahun. Menjadikan masjid sebagai sentral gerakan dakwah dan laboratorium ikatan. Kader IMM harus mampu mengamalkan nilai-nilai religious karena tujuan IMM sendiri ialah “Mengusahakan terbentuknya akademisi islam yang beraklaq mulia demi terwujudnya cita-cita Muhammadiyah”.

Harapan dari ketua umum IMM Surabaya Firdaus Suudi, KM3 tidak hanya bermanfaat untuk dirinya sendiri tapi juga orang lain. Karena kata “tabligh” diartikan menyeru, mengajak. Harapannya IMM tidak hanya berdakwah dikalangan Muhammadiyah saja, tapi mampu melebarkan sayap di lapisan ummat Islam. Agar kehadiran kader Mubaligh IMM dapat dirasakan oleh elemen masyarakat. indahjauhari