Mari bagikan!

Kota Surabaya saat ini merupakan salah satu kota metropolitan di Indonesia yang disuguhi oleh kesejahteraan. Namun, realitasnya masih banyak anak-anak putus sekolah, minimnya pendidikan, dan juga masalah sosial ekonomi lainnya yang terjadi di Surabaya.

Seperti disampaikan Amiq, Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Surabaya mengatakan, melihat realitas sosial dan ekonomi yang melanda masyarakat Kota Surabaya yang kurang mampu, PC IMM Surabaya mencoba bergerak di bidang pemberdayaan ekonomi guna memberikan pendidikan dan keterampilan bagi kampung binaan PC IMM Surabaya dalam menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asean), agar masyarakat tidak hanya bergantung pada bantuan berupa sembako atau barang jadi lainnya.

“Satu periode kepengurusan bukanlah waktu yang lama untuk menyelesaikan persoalan ekonomi di kota besar seperti Surabaya. Tapi IMM harus mampu membuat program kerja yang mampu terealisasi dalam satu tahun ini,” ucap  Amiq, Ketua PC IMM Surabaya periode 2016-2017, Jumat (7/10) dalam acara Pelantikan PC IMM Surabaya yang secara resmi dilantik oleh DPD (Dewan Perwakilan Daerah) IMM Jawa Timur bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Sutorejo, Surabaya.

“Basis Keilmuan dalam Pemberdayaan Sosial dan Ekonomi merupakan arah gerak yang akan dibawa PC IMM selama satu tahun periode kepengurusan ini,” tambah Amiq.

Kembali dilanjutkan Amiq, arah gerak tersebut dipilih karena melihat kondisi Surabaya yang menjadi kota metropolitan seakan-akan rakyat Surabaya disuguhi oleh kesejahteraan, tetapi realitanya masih banyak anak-anak putus sekolah, orang miskin kurang pendidikan, dan masih ada beberapa masalah sosial dan ekonomi lainnya.

“Menjadi tugas besar kader IMM untuk menstransferkan ilmunya dalam memperbaiki kondisi umat di Surabaya,” jelas Amiq.

Amiq kembali menjelaskan, arah gerak yang dibawa PC IMM Surabaya 2016-2017 bukan berarti hanya bidang sosial dan bidang ekonomi saja yang bekerja, tetapi bagaimana bidang-bidang yang lain turut bekerja sama dalam mewujudkan tujuan ikatan.

“Ilmu menjadi basis dari semua bidang untuk bergerak, sedangkan pemberdayaan adalah aksi nyata IMM Surabaya. Karena apalah guna jika manusia berilmu tetapi tidak beramal, dan amal yang tidak didasari oleh ilmu pasti akan salah,” tegas Amiq.

Pelantikan tersebut turut dihadiri oleh kader IMM se-kota Surabaya, organisasi otonom Muhammadiyah, Suli Da’im, Anggota DPRD Jawa Timur, dan M. Arif, PDM Kota Surabaya.

Editor : Dwi Putri M. S.