Mari bagikan!

Resmi dibuka pada Rabu, 10 Juli 2019, lagi-lagi IMM Surabaya nduwe gawe. Kali ini bidang riset dan pengembangan keilmuan kembali mengadakan Sekolah Cendekiawan. Tahun ini adalah tahun ketiga diadakannya Sekolah Cendekiawan.
Kegiatan yang mengusung tema “Cendekiawan Berpribadi; Menyemai Nalar Kritis di Era Post-Truth” ini diikuti oleh 17 kader IMM dari Surabaya, Lamongan, dan Jogja. Sekolah Cendekiawan III dilaksanakan pada Rabu hingga Sabtu, 10-13 Juli 2019 di SMA Kertajaya Surabaya.
Sekolah Cendekiawan bukanlah kegiatan tahunan semata namun, memiliki tujuan umum untuk merekah nalar kritis kaum cendekiawan berpribadi di era post-truth utamanya para kader itu sendiri. Selain itu kegiatan ini juga bertujuan untuk merekonstruksi pemahaman islam, membangun paradigma berpikir kritis terhadap permasalahan lingkungan, hingga menganalisa masyarakat yang hiperrealistis.
Peran cendekiawan amat penting di era saat ini agar mampu menjadi penggerak perjuangan terutama yang memihak pada kaum mustadz’afin. Uswatun Hasanah selaku ketua pelaksana berharap dengan adanya sekolah cendekiawan tiga mampu menyemai para kader kader agar berpikir kritis menggunakan analisa dalam bertindak, sehingga tidak mudah tesulut emosi mengingat kebinalan kebohongan di era post-truth yang semakin menjadi.
“Hari kedua pelaksanaan Sekolah Cendekiawan antusiasme peserta cukup bagus. Peserta lebih aktif dibanding saat screening bahkan peserta memiliki inisiatif sendiri untuk berdiskusi. Hanya ada satu dua peserta yang kurang aktif”, jelas Hermawan selaku Master of Training dalam kegiatan tersebut. (Debby)