Mari bagikan!

Aktualisasi konsep dan kepemimpinan autentik yang berakhlakul Karimah adalah tema Musyawarah Komisariat (MUSYKOM) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kaizen 2020 Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surabaya yang digelar di Panti Pesantren Muhammadiyah cabang Tambaksari. (28-30/10/2020)

Ketua pelaksana, Abu Humazalehan melaporkan MUSYKOM ini diikuti oleh  37 peserta internal IMM Kaizen, dan beberapa tamu undangan dari komisariat se UM Surabaya. Musykom ini juga dihadiri oleh ketua Koorkom IMM UM Surabaya IMMawan Yogik, kemudian perwakilan pimpinan cabang IMM kota Surabaya IMMawan Hermawan, dan ketua Panti Pesantren Tambaksari ayahanda Abu.

Ketua Koorkom IMM UM Surabaya Yogik menyampaikan,  MUSYKOM IMM Kaizen ini bertepatan dengan momentum hari sumpah pemuda 28 Oktober, dimana disaat yang bertepatan tersebut akan menjadi sejarah perjuangan IMM kaizen sebagai generasi muda Indonesia.

Pengambilan tema tersebut dinilai tepat oleh Ketua (PAM) panti pesantren Muhammadiyah cabang Tambaksari Surabaya  pada sambutan pembukaan agenda tersebut, dimana bertepatan dengan momen lahirnya Nabi Muhammad SAW harus bisa dijadikan sebagai acuan para kader penerus perjuangan IMM Kaizen di periode mendatang untuk meneladani Akhlakul Kariman beliau, sebagaimana tertera di tema Musyawarah tersebut.

Seluruh agenda dilaksanakan dengan lancar mulai dari pembukaan, sidang sidang pleno, pemilihan dan sidang formatur sehingga terpilih IMMawan Amin Rais sebagai Ketua Umum IMM Kaizen periode 2020/2021 dengan sekretaris umum Yuli Aulia Berliana dan bendahara umum Miftakhul Jannah.

Dalam sesi penutupan Ketua Umum IMM Kaizen periode 2019/2020 berpesan kepada pimpinan periode yang akan datang, ini adalah momen pergantian kepemimpinan dan momen ini sebagai bukti bahwa berjalannya proses kaderisasi, yang harus di ingat pada kader IMM khususnya PK. IMM Kaizen adalah harus mempunyai rasa taliful qulub mempererat ikatan hati dalam kepemimpinan untuk perubahan.

Dan juga harus mempunyai semangat yang menggembirakan dengan semangat yang autentik bukan semangat yang propagandis, Semangat kaizen harus autentik atau yang murni timbul dalam hati bukan seolah-olah atau berkepura-puraan dalam hal apapun.

Mari juga selalu bumbui setiap solidaritas dengan idealisme, dengan mengekspresikan jiwa-jiwa idealisme pada setiap sendi-sendi perjuangan. Karena itu adalah kemewahan terakhir yang di miliki pemuda.

Kemudian yang terakhir mari kita selalu jaga jiwa taliful qulub, mari kita rawat semangat yang autentik yang murni dalam hati dan jangan sampai menggadaikan idealisme kita dan terus senantiasa menjaga ukhuwah islamiyah. (Muhammad Rizal)