Mari bagikan!

Di bulan sya’ban ini memanglah tepat untuk melakukan beberapa kegiatan kegiatan amal dan pergerakan amal ma’ruf nahi mungkar. Begitupun yang dilakukan oleh pimpinan komisariat Ikatan mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Al Qossam dan FIAD yang menggunakan bulan sya’ban ini untuk acara Darul Arqom Dasar. Dihadiri oleh kurang lebih 36 peserta dan dibagi dua kelas disetiap pemateri dengan sesuai himbauan protokol kesehatan. Lebih lagi dari panitia sendiri diberikan banyak kelas oleh pihak sekolahan guna memaksimalkan DAD FAI 2021. Kegiatan DAD ini dilaksanakan di MIM 5 Gempol Pading, Pucuk, Lamongan selama 4 Hari 3 Malam, Papar immawan Erdin selalu Ketua PK IMM Al Qossam.

Immawan Erdin juga menjelaskan bahwa internalisasi ideologi profetik; Membangun nalar merawat ikatan adalah tema dari Darul Arqom Dasar (DAD) 2021 yang menjadi benang merah dalam semua proses perkaderan selama DAD. “Dalam acara ini memiliki satu tujuan penting yakni terciptanya kader profetik. Yaitu kader yang memiliki sifat kenabi nabian dalam menjalankan tugas tugasnya sebagai kader IMM. Begitupun dengan 8 materi yang ada di DAD sangatlah saling berkaitan dan dapat menopang keilmuan tentang kader profetik,” imbuhnya.

Immawan Agiel Laksamana selaku master of training memaparkan bahwa tidak hanya materi saja yang berkaitan dengan tema, namun segala program yang ada di DAD ini juga memiliki keterkaitan dengan tema dan dilaksanakan dengan cara yang sangat berbeda. Salah satunya adalam program dari Imam Of Training (IOT) yakni tadarus senja. Program tadarus senja ini adalah program IOT guna mentadaburi ayat ayat Al Qur’an dengan menenangkan hati dan fikiran serta berfokus pada ayat ayat suci Al Qur’an yang di dengarkan masing masing peserta. Lebih lagi didukung oleh suasana senja yang berintipan dengan tenangnya air di danau tenang. “Jadi apa yang dilihat sama apa yang di dengar itu sama sama bikin adem, ini juga baru pertama kali, bikin excited,” kata Dewi anggelia sebagai peserta terspektakuler dalam DAD FAI 2021.

Di dalam serangkaian acara DAD juga melibatkan masyarakat gempol pading kecamatan Pucuk sebagai sasaran IMM sebagai gerakan dakwah, seperti halnya kader kader IMM Al Qoosam dan FIAD yang tampil dalam masjid setempat untuk mengisi sebagai imam dan kultum. Dan panitia juga menyertakan peserta DAD untuk meramaikan masjid sebagai tempat belajar dan mengaji. Karena itulah dari kader kader IMM akan menajadi contoh dari remaja remaja setempat untuk memulai tampil di masjid serta meramaikannya, sambung immawan Agiel.

Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Bapak Drs. H. Sukandar. M.Ag menyampakikan terimakasih atas keikut sertaanya dari Kader IMM dalam meramaikan masjid dan berani tampil sebagai imam dan kultum sehingga bisa memotivasi remaja remaja gempol pading yang malu untuk meramaikan masjid, dan alhamdulillah akhir akhir ini ada beberapa remaja yang memberanikan untuk menjadi Imam masjid. (Yusrillana/nht)