Mari bagikan!

“Yang patah tumbuh, yang hilang benganti.” Ucap Immawan Firdaus selaku ketua umum periode 2019. Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kota Surabaya Periode 2020 menyelenggarakan Pelantikan di Gedung At Tauhid Universitas Muhammadiyah Surabaya (Sabtu/15/02/20).

Dokumentasi Saat Pelantikan PC IMM Kota Surabaya 2020

Dalam sambutannya Devi kurniawan selaku ketua umum periode 2020 menjelaskan tentang misi yang di bawa Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya tahun ini adalah kebangkitan Angkatan Muda Muhammadiyah yang biasa disingkat  AMM. Mencoba mengkolaborasi misi dari Muhammadiyah , kondisi IMM Surabaya dan hasil dari sidang komisi sehingga mendapatkan arah gerak  IMM periode 2020 yaitu membumikan gerakan profetik menuju IMM Kota Surabaya berkeadaban. “Landasan profetik ada tiga yaitu humanisasi, liberasi dan transendensi. Humanitas yaitu bagaimana kita sebagai kader ikatan bisa memanusiakan manusia  dan bisa memberdayakan masyarakat sekitar. Liberasi adalah mengeluarkan seseorang dari kebelengguan atau ketidaktauan. Transendensi yaitu semuanya kembali kepada Tuhan sebagai dasar bahwa kita beragama islam. Yang nantinya akan tercipta IMM surabaya yang berkeadaban.” Sambung Immawan Devi saat sambutan.

“IMM Kota Surabaya saat ini sudah memiliki banyak kampung binaan, banyak Lembaga Semi Otonom (LSO) ikatan yang mana LSO tersebut sebagai laboratorium bagi kader-kader ikatan untuk mengaktualisasi  keilmuan sesuai dengan bidang yang diminati. Dan segala gerakan yang dibuat oleh IMM berlandaskan dari Al-Quran dan As-sunnah  seperti yang dilakukan oleh K.H Ahmad Dahlan yang mampu membuat gerakan yang penuh nilai dari menafsirkan 3 ayat dari surat Al-Ma’un.” Ucap Immawan Devi diakhir sambutan.

Dokumentasi saat acara berlangsung

Muhammad Firdaus Su’udi selaku ketua umum periode 2019 sebelumnya menyampaikan pesan kepada persoanalia untuk memasifkan Lembaga Semi Otonom (LSO) yang telah ada ditahun lalu untuk bergerak lebih membumi lagi dan senantiasa mencari keberkahan. “Profetik  ialah menghadirkan ikhtiar-ikhtiar Nabi yang membawa risalah sehingga risalah tersebut dijadikan pedoman hidup seorang muslim.Gerakan Muhammadiyah adalah kemampuan untuk mengabsobsi keilmuan-keilmuan yang lahiriyah, kemudian diadopsi dalam gerakan keislaman Muhammadiyah yang dilakukan oleh K.H Ahmad Dahlan.” Terang Dr. Sufyanto saat menyampaikan materi. (Nur Anisah Tanassatha)