Mari bagikan!

Badan pengurus harian IMM Komisariat Blue savant universitas muhammadiyah surabaya periode 2020/2021 resmi dilantik Ahad di BG Junction Mall Surabaya. Dengan mengusung tema “Optimalisasi Perkaderan Melalui Penekanan Nilai Tri Kompetensi Dasar sebagai Upaya Pembentukan Kader Reformis”. Pelantikan ini juga di sertai dengan Keynote Speaker, Launching Buku dan Video Dokumenter “Ekspedisi Pendidikan Muhammadiyah”.

Dalam prosesi pelantikan Muhammad Azharuddin Fikri selaku perwakilan dari PC IMM Kota Surabaya melantik sebanyak 125 badan pengurus harian komisariat blue savant dan pengurus baru menyatakan siap untuk melanjutkan roda oragnisasi dan bertanggung jawab atas apa yang di emban selama satu periode ke depan di bawah kepemimpinan IMMawan Ilhamul Ghonim sebagai ketum umum, Anita Nur Aini sebagai sekretaris umum, dan Rizka Firdhayanti sebagai bendahara umum.

Acara pelantikan badan pengurus harian IMM Komisariat Blue Savant BBM oleh Dekan FKIP, Fokal IMM Blue Savant, PC IMM Kota Surabaya, Koorkom IMM UM Surabaya dan tamu undangan. Melalui konferensi zoom meating Ibunda Endah Hendarwati berpesan kepada pengurus baru bahwa selalu meningkatkan tiga kemampuan. kemampuan moral, kemampuan intelektual, dan kemampuan manajeril dan harapannya IMM Blue Savant harus menjadi Pioneer dalam berbagai aktivitas dan kegiatan yang bisa memberikan ide-ide segar bagi masyarakat. Ujar beliau

 

Perwakilan fokal IMM Blue Savant menyapa dari Hungaria

Dalam kesempatan yang lain Kakanda Dayat selaku yang hari ini masih melanjutkan study doctoral di Hungaria dalam sambutannya, mengapresiasi pelantikan bahwa pelantikan hari ini tidak hanya sekadar seremonial tetapi ada semacam proses launching buku dan video dokumenter ini yang menjadikan pembeda dari periode ke periode sebelumnya dan ini yang menjadikan imm memiliki identitas intelektualisme. “jadi saya harap budaya literasi tetap di pertahankan” ujar beliau. “Akar pergerakan imm ada dalam pemikiran dan kekompakan dalam sebuah tim. Ada sebuah gerakan imm misalkan semuanya kompak terus tetapi tidak mempunyai ide-ide kritis dan ide-ide segar akhirnya hanya seperti perkumpulan belaka, misalkan seperti nongkrong, ngopi, makan begitu tidak melahirkan ide-ide kritis itu namanya kompak. Memang kompak tidak ada perpecahan tetapi tidak melahirkan ide-ide kritis jadi percuma saja kalau kita cuma hanya kompok. Kedua kita melahirkan ide-ide kritis selain ke kompakan kita harus mempunyai sumbangsih terhadap masyarakat, sumbangsih itu bagian dari ide maupun gagasan yang kita tawarkan kepada masyarakat” tegas beliau.

Kakanda Azrohal Hasan Sekbid Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat DPP IMM

Sementara itu, PC IMM Kota Surabaya yang diwakili oleh Kakanda Abdur Rohman dalam sambutannya, mengatakan bahwa dari pimpinan cabang optimis kepada kader-kader imm blue savant bisa membuat atau tagline kader reformis sangatlah tepat pada kondisi kaderisasi saat ini artinya kader membawa pembaharuan (Mujaddid) dan mampu merubah peradaban khususnya merubah komisariat blue savant jauh lebih baik lagi. Ujarnya Dalam sesi seminar setelah pelantikan serta launching buku dan video dokumenter “Ekspedisi Pendidikan Muhammadiyah”. Kakanda Azrohal Hasan, M.Hum selaku narasumber pada acara tersebut “Kita sudah baik dalam melakukan literasi, sayangnya tidak di lakukan secara optimal, contoh kecilnya tidak membeli buku yang didalamnya terdapat tulisannya sendiri” karena mengapresiasi sebuah karya denga cara membelinya, apalagi hasil dari penjualan buku akan di donasikan kepada para korban bencana alam ujar beliau. “Kemudian yang juga perlu menjadi perhatian yaitu pentingnya melakukan hal-hal kecil seperti gebrakan. Dalam artian, ide gila yang mustahil jika dijalankan bersama-sama maka akan menjadi sebuah gebrakan yang luar biasa” tambah beliau pada acara seminar tersebut.

Billahi Fii Sabililhaq Fastabiqul Khairat
IMM Jaya

Penulis : Indah Rosidah