Mari bagikan!

“Setiap seratus tahun harus ada pembaharuan gerakan karena dimungkinkan gerakan tidak lagi relevan, maka harus ada sesuatu yang harus ditekankan, diperbarui, dan dipertahankan” Demikian disampaikan oleh Immawan Moch Amirrudin saat memberi materi pada Konferensi Pimpinan Komisariat (KOPIKO) IMM Kaizen. Sabtu, (14/03/20) bertempat di SD Muhammadiyah 8 Surabaya.

Ketua korps Instruktur Surabaya itu menjelaskan, melalui muktamar ke-47 Muhammadiyah di abad keduanya memiliki tiga pilar yakni pandangan keislaman Muhammadiyah, Pancasila sebagai wawasan kebangsaan, serta gerakan pencerahan.  “Muhammadiyah dengan misi dakwah dan tajdid iyalah perubahan untuk mewujudkan Islam sebagai agama bagi kemajuan hidup umat manusia sepanjang zaman, Islam berkemajuan merupakan slam yang bisa membebaskan hingga mencerahkan.” paparnya.

Dokumentasi Saat Acara Kopiko Berlangsung

Demisioner bidang perkaderan korkom IMM Unmuh Surabaya itu juga menyinggung gerakan IMM di abad kedua Muhammadiyah. IMM yang memiliki tujuan mengusahakan terbentuknya akademisi Islam yang berakhak mulia dalam rangka mewujudkan tujuan Muhammadiyah, sebagai akademisi para kader hendaknya selalu berfikir sebagaimana falsafah pergerakan IMM. “kader IMM harus berfikir, maka kalau sudah lelah berfikir jangan sebut dirinya sebagai akademisi karena akademisi adalah orang-orang yang berfikir.” terangnya.

Turut hadir pada acara Kopiko IMM Kaizen yaitu Lukman Hakim, Alumni IMM Kaizen tahun 2013 itu dalam sesi sharing mengatakan potensi dispora pasca perkaderan di IMM. “Ada tiga pilar yang bisa ditempuh setelah menjadi alumni IMM diantaranya diakademik misalnya sebagai dosen, profesi sesuai jurusan, atau berpolitik.” jelasnya.

Immawan Arta Ketua Komisariat menjelaskan bahwa Kopiko ini merupakan agenda pertama kali IMM Kaizen dalam melakukan refleksi sekaligus evaluasi selama kepengurusan berlangsung. Dengan mengusung tema “Meningkatkan kreatifitas dalam gerakan untuk IMM Kaizen yang progresif dan mencerahkan” nantinya Kopiko akan menghasilkan kebijakan-kebijakan yang akan diberlakukan disisa periode serta kebijakan-kebijakan yang akan dipergunakan untuk Musyawarah Komisariat yang akan datang. (yuditama/read)