Mari bagikan!

 

Pada hakikatnya wanita memiliki peran yang sangat besar dalam peradaban bangsa karena wanita merupakan tonggak peradaban. Wanita bisa merubah suatu peradaban hanya dengan tanganya, bahkan dikatakan bahwasanya bangsa yang besar dapat ditentukan dengan moral perempuan pada zamanya. jika wanitanya rusak maka rusak pula bangsanya, dan begitupun sebaliknya.

Ditengah masifnya wanita berusaha keluar dari stigma yang membelenggu tentang dirinya sampai saat ini, wanita hari ini telah bergerak kearah yang lebih progresif dengan terjun dan terlibat langsung sebagai bagian dari masyarakat dengan berbagai inovasi dan ide-ide kreatif , mengingat era saat ini kaum millenial dituntut untuk lebih aktif dan kreatif dengan perkembangan era digital.

Banyak statements tentang arti wanita di era millenial saat ini, disini saya akan menunjukkan gambaran wanita era millenial menurut pandangan para wanita millenial itu sendiri. Mereka begitu gamblang menjelaskan tentang gambaran dan peran wanita saat ini. Jadi wanita masa kini adalah wanita yang open-minded, aktif, berorentasi global dan mandiri. Namun, wanita masa kini lebih dikalahkan oleh fenomena kecantikan. Mengapa bisa begitu ? karena fikiran kebanyakan masyarakat  sudah tercemar dengan adanya “ Definisi cantik” adalah jika berkulit putih, memakai bedak dan cara berpakaian pun haruslah sesuai dengan model outfit sekarang agar terlihat cantik.

Kebanyakan laki-laki menganggap wanita adalah makhluk yang rumit padahal sebenarnya yang terjadi adalah karena antara laki-laki dan wanita memiliki sedikit perbedaan gaya, jika wanita lebih cenderung sensitif sedangkan laki-laki cenderung arsetif. Jadi, akan ada perbedaan emosi, cara pandang, problem solving, dan cara mengemukakan sesuatu. Jika pada laki-laki sumber utama pikiranya berasal dari kepala dan secara spesifik dan harfiah sebenarnya wanita bisa seperti itu, namun kebanyakan wanita lebih prefer menggunakan perasaan dan emosinya untuk menyampaikan maksud dan menceritakan sesuatu.

Wanita masa kini adalah wanita yang multi-tasking, mereka mampu melakukan berbagai peran sebagai anak, istri, ibu, menantu, pendidik dan pekerja. Wanita masa kini adalah mereka yang istimewa dan harus diistimewakan. Wanita bukanlah makhluk domestik dimana keberadaan eksistensinya yang dibandingkan, dikesampingkan dan dijauhkan. Wanita yang menjadi rumah bahagia setiap orang yang menyayangi dan mengorangkanya. Wanita adalah sosok figur atau guru pertama dalam mengajarkan tentang kehidupan. Perempuan masa kini adalah mereka yang mempunyai future oriented yang tidak terus menerus terbelenggu dan tenggelam dalam suatu budaya usang yang terus merawat, menghijauan, mensuburkan watak feodal dan patriarki. Itulah pandangan tentang arti wanita oleh para wanita era millenial. Tidak ada yang salah tentang statements itu, karena wanita adalah makhluk yang bebas. Mereka bebas mengekspresikan gambaran penemuan di era ini.

Hari ini, jutaan orang diseluruh dunia menandai 8 maret sebagai hari aksi untuk mendukung kesetaraan gender dan hak asasi manusia. Tema tahun ini adalah “Each For Equal” yang menggaris bawai peran yang kita masing-masing mainkan setiap hari untuk menantang sterotip, melawan bias dan secara kolektif menciptakan dunia dengan lebih banyak martabat.

 

Fa’iz Azmi Fauzia (Sekertaris Bidang Immawati)