Mari bagikan!

Pelantikan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhamamdiyah (IMM) Kota Surabaya periode 2021-2022 dihelat pada hari Rabu, 25/5. Bertempat di salah satu kompleks pendidikan Muhammadiyah, yakni di SD Millenium 4 Muhammadiyah Surabaya. Pelantikan di tahun ini mengusung tema “Aktualisasi Nilai-Nilai Profetik, Mewujudkan Kader Intelektual Islam Rahmatan Lil’alamin”.

Didahului penampilan seni pencak silat yang dibawakan oleh Tapak Suci Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Agenda ini juga mendatangkan Reni Astuti selaku wakil ketua DRPD Kota Surabaya, beliau menyampaikan bahwa ada tiga pilar semangat pemuda yg harus dijaga oleh kader-kader IMM Surabaya adalah Karakter keagamaan, Karakter kebangsaan dan Karakter kepemudaan.

Selain itu, Devi Kurniawan selaku Ketua Umum Pimpinan Cabang Kota Surabaya periode sebelumnya juga turut hadir untuk memberikan dukungan dan semangat kepada pimpinan cabang terbaru.

Sebagaimana kita ketahui bersama, formasi pimpinan harian pimpinan cabang terpilih tahun ini adalah Fajar Tri Septiono (Ketua Umum), Moh Salim (Sektretaris), dan Aprilia Aris Tanti (Bendahara). Dibantu dengan 28 pimpinan cabang lain yang terbagi kedalam 12 bidang.

“Kedepannya dari sisi internal, ada harapan kepada FOKAL IMM Surabaya dapat menjalankan peran dan fungsinya sesuai khittah. Sehingga FOKAL memiliki energi dan legitimasi lebih kuat dari saat ini. Selain itu, kader-kader dapat menjadi seseorang yang lebih dapat memberikan manfaat bagi IMM, Muhammadiyah, umat, dan bangsa.” Ucap Fajar

“Jutaan orang bahkan tidak menyadari, bahwa kita ber-IMM sejatinya sedang berinvestasi, apa yang kita tanam sekarang, akan kita petik di kemudian hari. Seperti kita melempar bola ke tembok, kita tidak langsung mendapatkannya, akan tetapi ada waktu antara. Seperti itulah ber-IMM” lanjutnya.

Sejalan dengan tema yang diusung pada pelantikan ini. Fajar melanjutkan bahwa “Dengan semangat Fastabiqul Khairat, IMM selalu komitmen untuk menjadi kader intelektual islami yang rahmatan lil alamin. Kehadiran IMM laksana embun penyejuk bagi sekeliling. Hal ini dibuktikan dengan masifnya pembinaan-pembinaan yang dilakukan kader terhadap masyarakat Kota Surabaya yang terpinggirkan.”

Yang pada akhirnyalah, keyakinan yang menjadikan mungkin. Jadilah kader intelektual islami, rahmatan lil alamin.

Fastabiqul khairat