Mari bagikan!

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Komisariat Al-Fikri melaksanakan Kegiatan Darul Arqam Dasar (DAD), Jum’at-Ahad (13-15/03/20).  Immawan Human selaku Master Of Training (MOT) menjelaskan bahwa tema DAD adalah  “Internalisasi Ideologi Guna Membentuk Progresifitas Kader” yang diharapkan akan  membentuk  kader yang memiliki ideologi yang kuat dalam pergerakan sehingga akan muncul kader yang progresif ikatan.

Immawan Hijril  selaku ketua pelaksana mengatakan saat sambutan bahwa DAD kali ini merasa terharu  sebab antusias peserta dan panitia DAD sangat bagus. “Jamu  rasanya  pahit,  jika kita biasakan untuk meminum  jamu, rasa  pahit itu akan tak terasa, bukan rasa pahitnya yang hilang, melainkan lidah yang kebal akan rasa  pahit itu. Begitupun juga dengan  kita sebagai kader IMM, membiasakan diri untuk mengikuti kegiatan IMM, baik itu kegiatan Formal ataupun Informal membutuhkan mental yang kuat.” katanya.

Diwaktu yang sama  Immawan Hijril menjelaskan tentang filosofi catur yaitu  bermain catur di kenal dengan  team  working (kerja team),  satu dengan  yang  lainnya saling melengkapi, begitupun juga kita sebagai kader IMM, karena kita satu ikatan, kita saudara walaupun tidak sedarah yang harus saling melengkapi.

Suasana Pembukaan DAD IMM Al-Fikri

Dalam  pembukaan DAD hadir  ketua umum PC IMM Kota Surabaya Immawan Devi Kurniwan. “kalian sekarang berjalan dijalan matadam, yaitu jalan yang  masih tanah, penuh bebatuan dan  belum teraspal.  Lah disitu kita harus memilih,  kita mau berjalan di bebatuan atau jalan di tanah.  Pada musim hujan kita otomatis akan  memilih jalan diatas batu dan begitu juga sebaliknya. Ketika musim kemarau kita akan memilih berjalan diatas tanah karena berjalan diatas tanah  itu kering  dan tidak bergelombang sehingga  kita akan berjalan lebih mulus, begitu juga yang dirasakan oleh temen-temen komisariat Al-Fikri. Yang berhak memilih jalannya sendiri. Sebab  yang tau  kondisi komisariat adalah temen-temen komisariat sendiri.” terangnya.

Diakhir sambutan Immawan Devi menjelaskan  tentang filosofi obat. “Obat itu pahit tapi dari kepahitan itu akan memberikan kebermanfaatan,  layaknya kader  IMM yang  bisa  memberikan kebermanfaatan untuk masyarakat sekitar. Qum Faandhir, Qum Faandhir bangkit dan beri peringatan  itu yang saya harapkan.” ucapnya. (Nur Anisah Tanassatha)