Mari bagikan!

Di dalam sebuah organisasi, pasti tidak luput dari yang namanya regenerasi. Hal ini bertujuan agar organisasi tersebut bisa terus berkelanjutan dan memunculkan inovasi-inovasi baru dalam pergerakannya. Contoh nyatanya seperti Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Universitas Muhammadiyah Surabaya yang pada hari Selasa, 21 Februari 2017 mengadakan pelantikan untuk jajaran pengurus Koordinator Komisariat (Koorkom) periode 2017-2018. Acara yang dihelat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kota Surabaya tersebut berlangsung dengan lancar dan dihadiri oleh kader-kader IMM se-Surabaya. Selain itu, acara tersebut juga dihadiri oleh Fokal IMM UM Surabaya, jajaran Pimpinan Cabang IMM Kota  Surabaya, dan Wakil Rektor UM Surabaya, bapak Abdul Aziz Alimul Hidayat.

Prosesi pelantikan dipimpin oleh immawan M. Febriyanto Firman Wijaya selaku perwakilan dari Pimpinan Cabang IMM Kota Surabaya. Setelah pembacaan naskah pelantikan, dilanjutkan dengan serah terima jabatan dari ketua koorkom yang lama, immawati Farida, kepada ketua koorkom yang baru, immawan Khoirul Anam, yang ditandai dengan penyerahan bendera IMM.

Dalam sambutannya, pak Aziz (panggilan akrab bapak Abdul Aziz Alimul Hidayat) mengatakan bahwa kader IMM UM Surabaya sangat kental dengan budaya literasinya. Namun sayang, hal tersebut tidak sejalan dengan ilmu yang digeluti mahasiswa tersebut di bangku perkuliahan. Inilah yang menjadi ironi, di mana mahasiswa tersebut lemah pada bidang ilmu yang seharusnya ia tekuni. Tambahnya, UM Surabaya membutuhkan kader-kader terbaik IMM se-kota Surabaya untuk membantu UM Surabaya agar dapat lebih berkembang lagi dan bersaing di kancah internasional.

Bukan saja di UM Surabaya, tetapi juga di amal usaha-amal usaha yang lainnya. Kader Muhammadiyah harus mampu memegang peranan penting. Beliau (pak Aziz) khawatir dengan pimpinan amal usaha yang bukan merupakan kader Muhammadiyah akan menyebabkan penyebaran nilai-nilai kemuhammadiyahan dalam amal usaha tersebut menjadi luntur.

Setelah prosesi pelantikan, kegiatan ini pun dilanjutkan dengan Diskusi Panel dengan tema “Reaktualisasi Konsep dan Gerakan Kepemimpinan Berdasarkan Tri Kompetensi Dasar”. Pada diskusi panel ini, yang menjadi narasumber adalah bapak H. Masfuk, SH. Yang merupakan Bupati Kabupaten Lamongan dua periode dari tahun 2000 hingga 2010.

 

Oleh : Hijriyatul Husniyah (Kabid MK Koorkom IMM UM Surabaya)
Editor : Addien Haniefardy